Apa itu Performance Marketing ?

Performance Marketing adalah terminologi komprehensif untuk online marketing dan program advertising dimana pengiklan hanya membayar bila terdapat aksi spesifik yg terjadi. Aksi ini dapat berupa sebuah klik, menghasilkan lead, terjadi penjualan, dsb.

Performance marketing professional dalam sebuah agensi, dengan perusahaan media, penerbit, atau yg sejenisnya bergantung sangat kepada marketing channel berbayar, termasuk :

  • Native advertising
  • Sponsored advertising
  • Affiliate marketing
  • Social Media advertising
  • Search Engine marketing

Dalam tulisan ini, kami akan menjelaskan point-point penting dari Performance Marketing:

  • Bagaimana performance marketing bekerja
  • Terminologi yang perlu anda ketahui
  • Gambaran umum dari top platform dan channels yang tersedia

Bagaimana performance marketing bekerja?

Mari kita mengekplorasi secara singkat bagaimana platforms secara umum bekerja.

Dalam hal ini semua media (yg sering dibeli oleh media buyers), setiap channel mempunyai target audience spesifik dan menawarkan beragam tipe advertising platform untuk menjangkau mereka. Sebagai contoh :

  • Facebook, sebagai sosial media channel unggulan, menawarkan beragam opsi untuk menayangkan iklan kepada orang yang mengunjungi platform Facebook atau Instagram.
  • Taboola, sebuah pemimpin dalam content discovery network, menawarkan pengiklan kemampuan untuk menjangkau pembaca dari beratus ribu publikasi unggulan online.
  • Google menayangkan iklan dalam halaman search result (dan seluruh jaringan Google Ads Network).

Sejujurnya, tidak ada channel yang akan menunjukan semua iklan, sepanjang waktu, kepada semua orang. Jadi bagaimana platform berbeda menunjukan apa yang harus ditayangkan?

Kombinasi dari faktor berikut menjadi penting berdasarkan:

  • Target audience and segmentation – Setiap platform iklan menawarkan opsi kepada pengiklan untuk mentargetkan audience dalam bentuk audience segments.
  • Bid – Modern advertising secara umum akan memiliki kemampuan programmatic yang akan berpengaruh kepada jumlah pembayaran yang anda setujui, untuk menayangkan ads anda pada lokasi spesifik dan waktu tertentu, kepada target audience tertentu juga.
  • Quality and Relevance – Kepercayaan (Trust) adalah isu terbesar ketika orang beriklan dalam bentuk apa pun juga. Sebagai hasilnya, performa ads akan dirating. Jika ads anda tidak bekerja, sehingga mendapatkan quality rating yang rendah – maka jaringan akan mengurangi tayangannya (exposure).
  • Conversion – Nilai ekonomi dari performance marketing berdasarkan banyaknya customer yang melakukan aksi. Ketika aksi tidak dilakukan, maka jaringan tidak akan mendapatkan pembayaran. Jadi ads anda akan ditampilkan lebih sering jika itu bekerja.

Facebook advertising (dan pembayaran yg terkait), sebagai contohnya, amat berfokus pada advertiser’s bid, ad quality and relevance, dan jumlah estimasi dari actions. Kebanyakan platforms bekerja dalam metoda demikian.

Performance Marketing Strategy 

Jika performance marketing adalah tentang melakukan aksi, adalah penting untuk diketahui beberapa strategi yang umum dilakukan, dan aksi yang umum diperhitungkan.

  • Cost Per iMpression (CPM) : Jumlah yang pengiklan bayarkan kepada penerbit per seribu kali sebuah iklan ditampilkan.
  • Cost Per Click (CPC) : Jumlah yang pengiklan bayarkan hanya jika iklan berhasil di-klik.
  • Cost Per Sales (CPS) : Jumlah yang pengiklan bayarkan hanya jika terjadi penjualan yang berhasil dihasilkan langsung dari sebuah iklan.
  • Cost Per Leads (CPL) : Jumlah yang pengiklan bayarkan ketika mereka menerima halaman sign-up dari konsumen yang tertarik sebagai hasil langsung dari iklan mereka.
  • Cost Per Acquisition (CPA) : Jumlah yang pengiklan bayarkan ketika terjadi aksi spesifik, seperti sebuah penjualan, sebuah klik, ataupun pengisian sebuah formulir terjadi.

Penting untuk diketahui, bahwa setiap aksi diatas merupakan target objektif dari sebuah advertisement, sehingga dapat diukur tingkat efektivitas dari sebuah performance marketing. Untuk mengevaluasi pilihan-pilihan, dan terus menerus memperbaikinya, anda harus mempertimbangkan goal sebuah campaign, pilihan platform, biaya, dan tentu jasa hasilnya.

Bagikan Artikel ini: