Jika performance marketing menuntut akuntabilitas, maka akan mengikuti performance marketing channel yang akan memperkuat anda untuk mengukur aksi spesifik tertentu.

Jika anda telah paham bagaimana cara kerjanya, dan terminologi dasat, mari melihat ulasan berikut :

1. Native Advertising

Native Advertising membuka pintu lewat banyak kesempatan click-through kepada websites dimana target market mengkonsumsi konten. Native advertising mendapatkan 10x klik lebih daripada berbagai jenis online advertising lainnya.

Kuncian utama dari native advertising adalah :

• Menawarkan quality content yang memberikan value.
• Memperbesar distribusi konten secara smart via publishers yang tepat.

Berita baiknya dari kuncian kedua diatas, yakni content discovery platforms seperti Taboola menawarkan mesin prediktif yang mahir untuk mencerna volume data yang besar demi viewers dengan konten spesifik yang kemungkinan besar memiliki ketertarikan.

Langkah-langkah untuk meluncurkan sebuah content discover campaigns yg sukses via native advertising dirangkum dalam 5 langkah berikut:
1. Set a goal – Menentukan goal spesifik dan mendefinisikan metriks pengukuran yang mencatat semua kemajuan.
2. Right-fit the content – Memiliki target untuk membangun sebuah campaigns seputar konten dengan potensi untuk menginspirasi aksi.
3. Prepare your launch – Persiapan dalam peluncuran melibatkan pemilihan konten, filter audience dan parameter budget.
4. Optimize – Melakukan optimasi performa campaign secara mikro lewat analisa data, melakukan identifikasi publishers yang memberikan hasil terbaik, dan mengatur budget sesuai dengan target yang akan dicapai.
5. Re-align and revise – Mereview bagaimana sebuah performa campaign terhadap goal awal dan melihat perspektif lain untuk menjadikannya lebih efisien dengan melakukan adjust variabel seperti waktu, situs dan tipe devices. Mempertimbangkan bagaimana sebuah content discovery dapat mensupport tambahan usaha dalam sebuah marketing funnel.

2. Sponsored Content

Sama halnya dengan content discovery, sponsored articles adalah bentuk lain dari native advertising dimana content performance marketing memainkan peranan. Sponsored articles dapat membawa traffic yang berkualitas dan conversions serta peningkatan online visibility secara umum di depan target audience yang tepat.

Chad Pollitt seorang ahli native advertising menulis :
Sponsored articles telah membuka pintu bagi brands untuk menjadi bagian percakapan natural dengan customer dalam wilayah yang menjadi kepercayaannya, yakni publikasi yang mereka tuju seperti berita, edukasi, dan hiburan dalam basis reguler.

Bila dieksekusi dengan benar, sponsored articles telah menjadi sebuah keuntungan keuangan bagi para pengiklan maupun pihak publishers. Dalam artikel “Media Buyer’s Guide to Sponsored Editorial Content”, Pollitt menjelaskan :

• Sponsored content berarti publisher adalah sebuah media outlet.
• Jangka panjang editorial secara alami dari sebuah sponsored articles dapat dibedakan dari bentuk jangka pendek artikel secara sosial.
• Asosiasi dengan sebuah publikasi dan exposure kepada pembacanya meningkatkan brand awareness, web traffics, conversions dan kemiripan dari sebuah customer buying behaviour yang menguntungkan.

3. Social media advertising

Sudah bukan rahasia lagi, bahwasanya telah menjadi sulit untuk mencapai hasil yang terukur lewat organic reach via jaringan sosial media.

Konsekuensinya, agensi dan para professional media telah berinvestasi pada social media advertising untuk memainkan peranan dalam program performance marketing mereka.

Jaringan sosial media telah secara jelas mendefinisikan metriks yang mengukur KPI seperti Click Through Rate (CTR), Cost Per Click (CPC), dan ROI secara umum. Seperti umumnya usaha dengan semua performance marketing, starting point awal adalah untuk mendefinisikan objectives anda.

Objectives yang relevan dengan social media advertising adalah sebagai berikut :

• Traffic
• Engagement
• Lead generation
• Sales

Langkah praktis selanjutnya untuk memilih social media platform yang tepat, adalah dengan mempertimbangkan hal-hal berikut :

• Bagaimana demographics dari jaringan itu sesuai dengan brand anda.
• Pertumbuhan (traction) yang anda peroleh pada setiap jaringan dengan usaha secara organik.
• Bagaimana kompetisi anda dalam menjangkau berbagai social channels.
• Format Ads yang dapat digunakan pada jaringan social media.

Tentu saja, jaringan social media channels yang dapat kita pasangkan iklan adalah panjang, mencakup Facebook, Instagram, Twitter, TikTok, LinkedIn, YouTube, Snapchat, dan Pinterest.

Kita tidak akan secara detail membahas performance marketing campaign secara individu, namun pertimbangkan untuk melakukan praktik terbaik berikut:

• Menciptakan target audiences yang spesifik dengan langsung menuju kepada opsi target yang diberikan. Anda dapat mengkalibrasikan setiap langkah untuk menuju kepada audience anda.
• Mengoptimalkan pembuatan iklan yang menyatu alami dengan organic content yang ditemukan pada setiap social media. Usaha promosi secara brutal seringkali dapat membuat impresi negatif pada produk anda di social media.
• Ambil waktu untuk mengerti keuntungan dan kerugian dari berbagai format yang ditawarkan.
• Melakukan eksperimen dengan strategi bidding anda dan melakukan optimasi dari waktu-ke-waktu untuk meningkatkan ROI.
• Perbaharui iklan anda dan landing pages secara berkala.

4. Search Engine Marketing

Secara teknis, praktek Search Engine Marketing (SEM) adalah usaha untuk meningkatkan visibilitas dan click via organik dan iklan berbayar. Dalam artikel ini kami menjelaskan hanya yang berbayar, yang merupakan bentuk lain dari performance marketing channel.

Karena adanya program Google AdWords, SEM telah menjadi alat performance marketing channels terbaik selama dekade terakhir. Pada 2017, bisnis GoogleAds telah mencapai 95 miliar US Dollar.

Kunci kekuatan SEM adalah membuat pengiklan dapat menampilkan ads di depan cutomers yang siap membeli.

Keywords adalah fondasi dari SEM dan memilih yang tepat dari antaranya merupakan ilmu tersendiri. Anda dapat mendapatkan keuntungan lebih dengan melakukan keyword research sebagai bagian dari strategi untuk mengidentifikasi keywords yang relevan dengan brand anda, dimana calon customer potensial akan menggunakannya ketika melakukan pencarian.

Untuk alasan yang jelas, keywords dengan nilai komersil yang tinggi seperti beli, diskon, promo, kupon, dan free shipping, telah menjadi lebih kompetitif, sehingga lebih mahal.

Prosesnya memang kompleks, namun dengan memahaminya adalah hal yang krusial dalam mencapai ROI yang tinggi. WordStream adalah vendor unggulan dalam bidang SEM dan menawarkan proses bid pada halaman PPC University mereka.

5. Affiliate Marketing

Affiliate marketing merupakan bentuk paling awal dari performance marketing. Dalam model paling populer ini, sebuah publisher menjalin afiliasi dengan membuat hubungan dengan pihak pengiklan untuk memproduksi traffic dan sales (dalam sebuah persetujuan).

Pihak affiliates mengirim traffic kepada pengiklan dan menerima komisi sebagai kompensasi yang disetujui dalam sebuah aksi (dalam banyak kasus, adalah penjualan). Affiliate publishers bertindak sebagai jembatan penghubung antara brand anda dengan menggunakan situs web untuk menjual barang-barang dan jasa kepada pengguna.

Operator websites mana pun dapat menjadi sebuah affiliate. Dan brand online apa pun dapat menjadi pengiklan dalam kasus-kasus umum, pihak pengiklan mempunyai brand ecommerce atau menjual solusi via web.

Menurut laporan terkini dari Business Insider:

• Affiliate marketing terus bertumbuh dan secara rata-rata mencakup 15% dari pendapatan industri digital media.
• Affiliate marketing sekarang menarik banyak situs e-commerce di US lewat media email.
• Publishers seringkali mendekati pihak affiliate marketing dengan mencantumkan product links dengan konten organik.

Affiliate Marketing Software Platforms

Software affiliate marketing platform bertindak sebagai perantara antara pengiklan dengan marketers. Affiliates dan sebuah online merchant mencatat persetujuan aksi yang akan menghasilkan pembayaran bagi pihak affiliasi, dan platform tersebut akan memastikan transaksi dibuat secara aman, adil dan tidak dikerjakan secara manual.

11 Best Affiliate Marketing Software Platforms

  1. Everflow: A cost effective platform with wide-ranging capabilities and a foolproof UI
  2. Post Affiliate Pro: A platform with large scalability, and a simple way for both merchants and affiliates to track success in real-time
  3. LinkTrust: A leader in attribution accuracy with a customizable UI
  4. CAKE: A cloud-based platform with robust and real-time management tools
  5. AffTrack: A mobile-friendly platform with unlimited clicks, easy-to-understand analytics, and 24/7 customer support
  6. Trackier: A platform with customizable reports, quick fraud detection, and a wide variety of integration capabilities
  7. Voluum: An end-to-end, easy to operate system with advanced tools to track and optimize campaigns
  8. Hitpath: A platform with reliable data and one of the simplest-to-use interfaces
  9. TUNE: An intuitive platform with robust features to operate and maintain successful affiliate marketing programs
  10. Click Inc: A platform with an approachable interface and a hands-on approach to maximizing affiliate campaigns
  11. Affise: A performance marketing platform to manage, track, analyze and optimize online advertising campaigns in real-time

Content Performance Marketing

Content performance marketing adalah penggabungan antara content marketing dan performance marketing, dimana pengiklan membuat, melakukan publikasi dan distribusi konten yang mereka rasa paling relevan dengan target audiences sementara bekerja terus menerus untuk memenuhi permintaan, optimasi dan mengukur kesuksesan dari konten. Ada 3 langkah yang menentukan dalam content performance marketing, yakni:

1. Target Demand : Dalam langkah ini, pihak pengiklan menentukan dimana audiences secara akurat melihat produk atau jasa mereka. Berikut pula menelusuri pemahaman tipe-tipe konten kepada audiences spesifik yang mengkonsumsi dan menciptakan konten yang memenuhi parameter tersebut.
2. Optimize Content : Begitu konten diciptakan untuk memenuhi kebutuhan, data haruslah dianalisa secara real-time untuk menentukan bagaimana sebuah konten dapat menjadi lebih sukses. Contoh dari ini adalah dengan memperhatikan pada SEO.
3. Measure Results: Untuk menginformasikan potongan konten di masa mendatang, adalah krusial bagi pengiklan untuk belajar dari performance campaigns terdahulu. Melakukan setting KPI memudahkan pengiklan untuk mengatur budget secara cermat dan menghilangkan pekerjaan menebak-nebak budget.

A Quick Recap about the Types of Performance Marketing

Berikut ini adalah rangkuman singkat mengenai kapan harus mengejar performance marketing channels.

1. Native advertising – Content discovery program membuka kesempatan anda untuk melakukan scaling jangkauan content anda dan mencapai click-through ke halaman landing via websites dari publishers. Bentuk dari native advertising ini dapat menjadi begitu berbuah bagi brands yang tidak mencapai goalnya via mesin pencari ataupun social media channels.
2. Sponsored content – Bentuk lain dari native advertising, sebuah sponsored content tidak secara langsung mengarahkan traffic offsite, melainkan ke halaman situs publisher. Sponsored content adalah sebuah investasi yang mendayagunakan media pemilik brand dan dapat menjangkau mereka yang beralih dari iklan tradisional.
3. Social media advertising – Walaupun lewat iklan di social media dapat menghabiskan cukup biaya, program iklan ads yang ditawarkan Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn dan berbagai channel membuka peluang marketers untuk melakukan target prospek dengan presisi tinggi dan mengatasi tantangan dalam memperoleh exposure via post organik.
4. Search engine marketing – Program Pay-per-click yang ditawarkan oleh Google dan Bing dapat mengakselerasi brand’s exposure via halaman mesin pencari untuk keywords dimana SEO tidak dapat melakukannya. Program iklan SEM dikenal sebagai cara untuk mendeliver maksud komersial secara optimal dan ROI yang sangat bagus untuk brands yang telah melakukan optimasi programnya.
5. Affiliate marketing – Banyak brand telah melakukan affiliate marketing dan menyadari kuatnya return-on-investment (ROI). Pada dasarnya ini merupakan free advertising.

Performance marketing adalah strategi yang hebat jika anda ingin melakukan pengukuran hasil, dan mendapatkannya secara cepat.

Untuk mendapatkan target business goals, adalah amat penting untuk membangun campaign secara strategis – memilih platform yang tepat, format ads (iklan), optimization goals, fokus kepada audience yang tepat, dan tentu saja – menciptakan iklan yang akan seirama dengan target audience anda.

Bagikan Artikel ini: